Pagi datang, merekah bersama bunga di halaman yang bermandikan matahari. Aku berjalan di antara jejalan yang ditumbuhi rumput ilalang. Agak menanjak, kubungkukkan badanku, melawan gaya yang menyeretku mundur. Keringat bertitik di dahiku, dengan terpaksa kuseka menggunakan ujung bajuku. Sesampainya di depan IGD, banyak mobil berjejeran. Aku menelan ludah. Sepertinya pasien IGD kami sedang banyak. Langsung kubergegas melebur bersama kerumunan orang di dalam.
"Dok, tolong Dok."
Aku mendatangi pasien yang memanggilku itu. Lalu kulihat badannya bersimbah darah. Rupanya ia korban tabrak lari. Setelah mengamati kondisinya, kuambil peralatan set minor. Ada beberapa bagian tubuh dengan luka robek yang harus dijahit. Aku celingukan, ...
Duh, malah jadi ingin bercerita. Tapi tidak ada yang perlu diceritakan. Ababil, huh?






0 comments:
Post a Comment