Death and alive

Hidup dan mati. Or mati dan hidup. Adakah bedanya? Tiba2 terbersit dalam benakku pikiran semacam itu. Pasalnya beberapa detik yang lalu baru saja kusaksikan pasien yang datang, sudah terlambat. Meninggal. I could see so many tears around. Aku pernah merasakan itu. Dulu, duluuu sekali. Sewaktu simbah Karso meninggal. Aku pernah, berkubang air mata, air mata terderas, yang pertama. Beliau adalah kehilangan terbesarku. Jauh di lubuk hatiku, yang membuatku menangis saat itu bukanlah fakta bahwa beliau telah pergi selama2nya, tetapi karena di setiap hembusan napas beliau yang tinggal satu2, aku teringat betapa banyak kesalahan yang kulakukan, meskipun sebagai anak kecil.
Ya, terkadang air mata tertumpah begitu deras bukan karena masa depan yang akan kita lalui setelahnya, tetapi karena masa lalu yang tak bisa terulang lagi, dan itu tak bisa diperbaiki. Rasanya aku ingin menangguhkan kematian simbah, agar aku bisa berbuat baik pada beliau, tapi itu tak mungkin kan? Alasan ini kusimpan sendiri, orang melihatku hanya sebatas kesedihan karena ditinggalkan, karena sayang. Tak ada yang tahu ini adalah air mata penyesalan atas kesalahan2ku.
Begitu pula pasien ini. Keluarganya meratap, terlebih satu orang yang bisa kulihat dari tangisannya, ia adalah anak wanita yang meninggal itu. Berkali2 ia teriak, meratap, menyesal, mengapa tak ia sadari bahwa dengkuran dan hembusan napas keras dari ibunya sewaktu menonton tv setengah jam yang lalu adalah napas terakhir yang ibunya miliki. Trenyuh sekali melihatnya. Lalu kutepuk punggungnya, menghiburnya, dan memintanya untuk alih2 meratap, tapi banyak2 mendoakan ibunya saja.
Jangan sampai ada sikap kepada orang2 terkasih kita yang kita sesali. Jangan sampai kita lupa meminta maaf untuk luka yang sengaja maupun tak sengaja tertoreh di hati mereka. Jangan sampai buai2 janji kita terhanyut waktu hingga detik2 terakhir mereka. Jangan sampai..
Semangat ya, perlakukan orang2 terkasih kita sebaik kita ingin diperlakukan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments1

Buah pemikiran

Barusan menonton movie, korea tentang kedokteran.. dan lampu2 bertebaran, berkilauan di mana2. Aku bisa melihat ada ambisi dari film ini. Yah, jika dipikir2, tak perlu hidup dengan ambisi terlalu besar, dunia terlalu gemerlap, bahkan obrolan terlalu ngalor ngidul. Cukup silence saja, menikmati ketenangan, meresapi momen2 berharga. Tadi dapat kabar dari kakak kalau orang rumah pergi mengantar kakek opname di sardjito, hari senin beliau akan operasi, istilahnya sih, ditembak, pada ginjal kanannya. Aku berdoa untuk kesembuhan beliau, kesehatan beliau, dan kenikmatan berupa umur panjang bagi beliau.
Langsung terbayang tulisan pemenang goi peace foundation beberapa tahun yang lalu, aku lupa penulisnya siapa, yang jelas dia adalah seorang keturunan India, dari daerah slum, yang berhasil menjadi orang sukses. And she wrote about things that we often forget: counting the uncountable. Menghitung, hal2 yang not merely tentang angka dan angka. Salah satunya adalah keluarga. Terkadang kita memang mencapai banyak hal di luar sana, kesuksesan nilai, ujian, tapi kita melupakan bahwa orang2 terkasih di sekitar kita juga menghabiskan waktunya bersamaan, dan seringkali aku dapati mereka menua duluan, waktunya habis duluan.
Kangen, kalau ingat keluarga di rumah. Tapi keniscayaan terbesar seringkali terjadi manakala aku pulang ke rumah, badan capek, waktuku pun malah habis untuk ngurus jualan, dagangan. Again, aku menyadari aku tidak bertumbuh bersama keluargaku dengan baik, karena aku seringkali terpukau ketika mendapati bahwa uban2 orang2 terkasihku bertambah banyak. Seharusnya jika benar aku menghabiskan waktu bersama mereka, uban itu tak akan aku sadari penambahannya bukan?
Cinta termulia saat ini adalah dengan memuliakan orang2 terkasih, terdekat, dan beliau2 yang telah mengorbankan jutaan air mata, keringat, dan waktu untuk kita. Things that i really lately realize. Maafkan aku ya, keluargaku, aku berjanji akan segera kembali kepada kalian, sebagai seseorang yang kalian bisa banggakan. Love them, love u, so much.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments1

Ada yang salah denganku?

Huft.. menghela napas lagi, untuk yang kesekian kali. Aku tak tahu, mungkin aku yang salah. Mungkin sikapku yang tidak wajar. Mungkin aku yang kurang ajar. Entah kenapa sikapku selalu penuh cela di mata kakakku. Why why why, often i have to ask myself. Secara refleks aku berpikir, apa yang salah kali ini, mengapa dia selalu seperti itu, menganggapku cacat.
Flashback kejadian sore ini, aku masuk ke kamar kakak. Lalu menyapanya, asked her, sudah beli kado untuk mba mita yang mau nikah belum. Aku sudah bertanya dengan nada kalem, sesopan mungkin, seolah aku bicara pada dosen yang paling tua yang pernah kujumpai. But her answer sangatlah ketus, singkat. What's wrong?
Lalu, beberapa waktu setelahnya, aku bercerita padanya tentang tetangga kami yang menurutku punya symptoms gagal jantung, trus tanggapannya, ngomong apa sih kamu, bullshit. Oh my my my.. apa yang salah denganku? Tolong, berilah penjelasan, apa aku ini bangkai hidup yang harus seketus itu diperlakuin?
Trus dia tanya ke aku, lho kok mba mita baru keliatan yah sore tadi? Aku jawablah apa adanya sambil becanda, tadi mba mita sudah datang dari pagi. Mungkin pulang sebentar untuk ngehias tangannya, emangnya kamu?
Only statement seperti itu, langsung dia meradang. Apa urusanmu kalo aku g pernah keliatan? Apa urusanmu kalo aku dibenci gara2 aku antisosial? Haaaa.. oh my my, trus kami adu mulut. And i learnt that i shouldn't make any joke to her. Dan statement terakhirnya, dia bilang, orang kok waham kebesaran. Ahaha, dia ngomong ky gt ke aku, kutanggapi aja becanda, so masalah buat loo????
Huft.. ada yah ternyata, orang sesaklek itu.. or, mungkin posisi harus dibalik, ada yah, orang kayak aku, ini..
Aku harus hati2 sama bicaraku kayanya, di dunia ini ga semua orang bisa bersikap santai, menertawakan dunia, dan menikmatinya.. contohnya jelas banget, dia. Dia dan segala harga dirinya yang ga boleh ada orang yang menertawakan.. fyuh. Oh my my, once again.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments1

Dreams

Aku nonton film korea kemarin, ah, things that cant be avoided. Biarlah, karena aku belajar terminologi baru dari film ini. Impian. Impian bukanlah sesuatu yang kamu berbakat dalam hal itu, tapi impian adalah sesuatu yang kamu pengen, dari dasar hati.
Aku punya impian menjadi dokter, tapi ga cukup sampai di situ aja. Aku pengen jadi dokter spesialis. Untuk spesialis apa, aku belum ada gambaran. Semua tampak baik, jadi kuputuskan aku harus menata ulang langkahku. Okelah, aku pengen menguasai banyak bahasa, tapi aku tersadar, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk itu. Terlalu banyak agenda harian juga killing me inside. Jadi aku bikin impian harian semata-mata adalah belajar, belajar, belajar all about kedokteran. Benar2 cuma itu. Di samping tentu aja cara memenuhi kebutuhan bulanan seperti berjualan, though menurutku ada cara yang seharusnya lebih mudah. Tapi aku masih belum sampai ke sana. Pelan2 yah.
Yang jelas sekarang my only target is mastering my medical thing. Ngapain aku disekolahin mahal2 kalo aku ga fokus di sini. Okei. Thats it. Now i get something. Semangaaat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Exams, my fault

Change please... :). Semngt. Ada waktu utk berubah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Saturday night

Wow, ini postingan ketiga malam ini. Maklum, koas leyeh2, alias jaga igd tapi pasien sedikit. Sebenarnya banyak sih, tapi jam2 tertentu aja. Barusan aku nemenin temen maem, lalu tersadar, apa yang kulakukan padanya, berupa perdebatan dan pertentangan, adalah semata2 karena stigma. Omayyyg.. secara tanpa sadar aku termakan stigma yang orang buat tentang temanku ini. Semua hal baik yang seharusnya aku biasa2 aja, aku anggap itu sebagai kecacatan. Hey girl, please be objective. What u hear isn't always right. Gunain akal sehatmu donk, na. Tidak ada yang salah dengan dia, so, don't try to fake any fault only to justify what people said about her was right.
oiya, aku lagi menjalani program night food restriction. Engga bakal ada makanan masuk waktu malam hari. But why setiap niat diet begini perut malah ga bisa diajak kompromi ya? Ngeleh gini malahan. Hiks hiks.
Alright then, semangat, mungkin inilah yang disebut cobaan. Haahaaai. If i passed, then i won. If i failed, then i lose. :)
Ganbatte kudasaaii..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Jaga igd with dr. Aljuned

Nah, aku selalu ngerasa mendapat pengetahuan baru setiap jaga sama dr. Aljuned. Why so? Bcz beliau bisa melakukan banyak hal. Misalnya, untuk kasus2 histeria konversi, beliau ga ngasih obat, tapi beliau ngehipnoterapi tuh pasien. Aku selalu excited jadi penonton waktu beliau beraksi.
Dan satu jam yang lalu aku mencoba mengcapture dalam ingatanku step2 hipnoterapi yang beliau lakukan pada pasien. First, beliau memanggil pasien, dan menanyai namanya. Sebelumnya beliau bilang,"Mbak, ini saya dokter. Nama mbak siapa?"
Seperti itu. Lalu beliau berkata,"Mbak mau sembuh dari sakit mbak? Kalau iya, buka mata mbak. Saya hitung sampai 3 ya, dihitungan ketiga, mbak bisa membuka mata mbak."
Wuah, aku surprised. Pasalnya pasien datang kayak ga sadar gitu, dpanggil2 ga bangun, dicubit2 juga stay still. Eh digituin sama dr. Aljuned, melek juga.
Terus beliau mulai menenangkan pasien, membuat pasien rileks. Meminta pasien membayangkan tempat ternyaman, dengan warna yang paling disukai pasien lalu meminta pasien menghirup napas, yang kemudian udara tersebut berjalan melingkupi seluruh badan pasien hingga pasien merasa badan malas, tenang, lemas, dan rileks.
Sampai pasien benar2 berada pada state rileks, dan pasien dicek dengan menggerakkan jempol kirinya, beliau mulai mensuggesti identitas positif. Pasien diminta membayangkan di bahu kanan pasien adalah jati diri pasien yang buruk dan semua masalah pasien yang berat. Lalu di bahu kiri pasien adalah identitas pasien yang baru, seseorang yang bijaksana, positive thinking, optimis, dan bisa menyelesaikan masalah seberat apapun dengan mudah, dan hal ini adalah hal yang biasa.
Lalu setelah diulang2, pasien dibangunkan. Ya, seems different gitu lho ya. Tapi aku masih bisa ngeliat pasien agak tegang juga, soalnya dia nelen ludah beberapa kali selama dihipnoterapi.
Waktu pun berlalu, lalu kami membicarakan mengenai forex, or foreign exchange. Keren, beliau juga bisa main forex. Dan modal beliau sudah berubah menjadi berkali-kali lipat. He said, it is a fastest method to get money. Dan ini tu bukan gambling or playing, tapi ini bisa diprediksi dan dikalkulasi, bahkan dipelajari. Coba aja search cara membaca chart ala kg alias kang gun. Trus nanti belajar prakteknya pake metatrader yang demo account, supaya ga rugi beneran. Modal 500rb pun bisa loh.
Then datanglah seorang laki2, seems he's dr. Aljuned' friend, yang dokter juga, dan sedang menjalani residensi. Kereeenn. Kayaknya beasiswa depkes gitu. Soalnya beliau langsung S2 dan neliti tentang hubungan derajat kelemahan otot pada stroke dengan impotensi. Aku langsung mikir, simple ya penelitiannya. Cuma pake kuesioner juga, cheap and easy.
Cool experience tonight.
I hope i'll have another like this tomorrow..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0