Back

Jemari ini tak tahan sudah. Rasanya ingin menulis. Bercerita kepada dunia. Menorehkan kata-kata, yang abadi. Dimulai dari senja hari selasa ini. Aku sibuk dengan linkedin, aplikasi baru untuk memperluas koneksi. Nah, tak sengaja kubuka akun salah seorang dosenku, pak Sri Atmaja. Iseng2 kubaca data diri beliau. Waaaww.. kutemukan satu inspirasi dari beliau. Salah, tak hanya satu. Jutaan malah. Adrenalinku langsung membubung tinggi, bersemangat kembali. Ya, aku ingin kembali. Menekuni jadwal harian padat namun bermanfaat. Mengulik buku2, lembaran ayat suci-Mu, olahraga, dan banting tulang, yang, kuakui memang melelahkan. Tapi aku rela.
Karena inilah perjuanganku. Entah mungkin dia yang sukses di sana berjuang dengan cara berbeda, atau dia di sini berjuang dengan langkah yang berlainan. Tetapi aku menentukan, inilah caraku berjuang. Membuat presensi rutinitas harian. Mengusahakan semua terpenuhi. Dan memang, aku sadar beberapa hari belakangan aku menumpulkan rasa bersalah yang sering menghantui. Dari butir2 janji harianku yang terkhianati, yang tak tertepati.
Aku akan berubah. Mulai dari detik ini.
Jadi, setelah ini, sudah tahu mau melakukan apa? Yap. Tentu saja. Teria kasih Allah, telah menyelipkan semangat melalui teladan yang Kau berkahi. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment