Idealnya, minggu ini kusebut minggu ujian. But, bagiku ujian tidak seberapa pentingnya dibanding kenyataan bahwa inilah minggu terakhirku. Beraaat banget rasanya mau melepaskan dan meninggalkan stase ini. Cz this time, it is so much enjoyable. Dokternya awesome2 semua and bikin excited. Apalagi dokter terakhirku, dr. RASTRI. She's so awesomeeeeeee as a doctor and as a wife. Aku akan bercerita why i am so impressed by her.
First, beliau sangat sangat sangat care sama pasien. Sering kejadian beliau membahas pasien bernama x, yang masih beliau ingat, lalu beliau bertemu lagi dengan pasien itu, dan menyapa dengan ramah. Kalau memeriksa selaluu lengkap. Obat2nya juga beliau jelaskan kepada kami rasionalitasnya bagaimana. Lalu kepada pasien dijelaskan dan dibesarkan hatinya. Dasar teori beliau sangat kuat. Dan beliau selalu mengajarkan kepada kami, untuk memberi perhatian sepenuhnya ketika menangani pasien.
Kepada keluarga, beliau pun sangat keibuan, bijaksana, dan peduli. Pernah kemarin sore waktu kami sedang visite pasien, beliau ditelpon oleh anak beliau. Sambil menguping, aku mengerti bahwa beliau selalu mengajarkan kedewasaan dan reasonable way of thinking kepada anak2nya. Beliau berbicara ditelpon dengan tegas, dalam konteks anaknya mau ikut bimbel lain,"Kalau nanti adek ngeluh capek, ga kuat, ibu ga mau adek ikut les. Adek harus sadar sama fisik adek, bakal kecapekan atau engga, dan ga boleh ngeluh2 ya."
Something like that.
Keren kan?
Dan waktu kami maju tugas presus pun, she's doing so great, menjelaskan tentang pengalaman beliau di lapangan, dan menanyai kami, apa2 yang kami tidak tahu. Aku memaparkan mengenai irritable bowel disease. Dan beliau menceritakan pasien beliau di masa lalu, yang bisa diobati, yang diagnosisnya tidak ketemu2, dan akhirnya membahas kanker kaput pankreas. Meski kami tidak bisa menjawab, beliau langsung menjelaskan, tidak nge-judge kami. Nilai yang beliau kasih juga bagus. Coooolll..
Final week
Gemyuqqq
Oh maayyyy..dayyy.. sekarang julukan saya adalah obese! Shocking word!! Padahal beratku 50kg dg tb 157cm. Okelah, kadang fisik memang ga representatif berat badan.. duh.. jadilah sekarang aku mau bikin metode untuk kurus, tapi kali ini aku harus menepatinya, dengantarget berat badan42 kg lah ya, biar langsiiiing. Hohoho.
So, here i am.
Cara kurus yang berpahala: niatkan untuk puasa daud lillaahi ta'ala. Side effectnya kurus lah ya, no offense.
Next, banyak olahraga, senam di kos pake video utube, sit up biar perut kenceng.
Then, banyak makan sayur dan serat, serta minum air putih atau jus. Hindari makanan pedas, makanan manis, cemilan, atau es.
Kurangi tiduuurr.. aku pasti bisa cut jam tidurku. Bismillaah. Sekaranglah saatny membuat kebiasaan baru yang baik dan benar.
Oke.. itu aja dulu. Semoga bisa berjalan sebulan dua bulan ke depan. Kalo uda berhasil, evaluasi lagi.. kalo belum, evaluasi juga.. hoho.
Bismillaah..
Mari berlomba2 melawan hawa nafsuuu. Semangaaaaaat.
First day with dr. Rastri
Anyway, things never get better unless we change it.
Nah, here i am. Spending first day w/ dr. Rastri. Keren, and awesome, that's my first impression about her. Seru, dan yah, menyenangkan, di hari pertama ini. I think, every sp. PD has kinda special thing about them. Khususny beliau. Tingkat perhatiannya pada pasien, dan ingatannya itu lho. Kuat banget. Bahkan beliau bisa bercerita panjang lebar tentang pasien2nya yang sudah pulang atau yang pernah beliau rawat lalu berjumpa kembali di poli. Amazing, eh?
Dan hari pertama, hari yang if i may say, ehem.. ngantukan. :D
Lha masih kebawa suasana sama dokter sebelumnya. -____-"
Berubah yuk berubah.
Ini minggu ujian dan omg, belum persiapan apa2. -___-.
Duh, harus banyak berdoa nih, danharus mengubah pola tidur. Cut out my sleeping time. Berubah supaya bisa adaptasi dengan kondisi baru ini, whattt... cz follow upnya jam setengah 3 coba. Huft, just face it, shouldn't i?
Talking overnight
Still the same day, in the early dawn. Aku, tata, dan mba linda nggosip. So hot, dan tentu saja saking semangatnya jadi so loud. Sampe kami diingetin sama penunggu kos yang lain. Hoho.
All about her. Aku merasa seseorang yang hidup dengan kebohongan dan kebenaran yang mixed, pasti unhappy. Pathetic banget setelah tau what kind of life she had.
Jadi pelajaran berharga banget cerita2 pagi ini. Jujur, itu nomor 1. Dan talk less, itu nomor 2. Karena semakin banyak kita mengumbar kata2, entah benar atau bohong yang akan banyak keluar, yang jelas, mudharatnya pasti ada dan lebih besar. :)
Belajarlah menjaga ucapan, perilaku, dan hati. Lakukan hal yang benar, benar, benar, serta baik. Camkan itu ya anna, u can. Bismillaah
No need for things other than love
Malam ini aku jaga igd. Tidak ada yang istimewa, hingga tengah malam bergulir ke pukul 00.30. Aku sendirian, teman2 pergi. Pulang. Dengan excuse masing2. Then, i saw them. Seorang wanita dan laki2nya. Wanita yang sangat jauh dari istilah good looking, even beautiful. Bahkan lemah tak berdaya. Wanita ini mengalami cachexia akibat kanker paru2. Kebayang lah how awful terminal illness patients look like. Batuk, sesak, pembesaran limfonodi di mana2, dan kulit menyelubungi tulang tanpa daging.
Tapi di sinilah dia, sang lelaki, menemani wanita ini. Terharu, eh? Cinta sejati diuji di sini, dan aku bisa melihat ketulusan tak terukur tertumpah untuk wanita ini. Tuhan tahu, aku meragukan kesetiaan laki2, karenanya Dia tunjukkan aku, keraguanku salah besar. Dua manusia ini adalah potret cinta yang kata orang2,"till death separates us" alias hingga maut memisahkan. Ya Allah, tersentuh banget ya. Semoga kedua orang ini menjadi suami istri abadi di akhirat kelak. Amiiin.
:)
Change
Ahaha.. berubah yuukkk.. deuh, sebenarnya malam ini rasanya galaaau abis. Bagaimana tidak, saya melihat kegembiraan membuncah dari orang2 yang tidak merisaukan eksistensi saya. Such unimportant feeling yah.
Story started from home till here, salatiga.. seperti apapun indahnya, berkilaunya, bagiku, yang paradise nya dunia tu ya rumah. Di sana ada bapak, ibu, adek, kakak, yang ga selalu happy tiap saat, tapi kami selalu ada untuk yang lain, menyayangi setiap anggota keluarga sebesar semua rasa yang bisa diberikan manusia kepada manusia lain, lebih malah.
Sampai di salatiga tiga jam setelah bertolak. Semangat tetap tinggi, untuk jualan di rs. Mau ngeluh, ngapain, toh beban juga segini2 aja, ga bakal berkurang. So i swallow it, and let it go. Setelah jualan 2 jam, aku mandi.. lalu menemukan inspirasi untuk novelku. I think every pieces of that novel come slowly, dan aku harus mulai menulis secepatnya. Aku tahu, jika aku tidak segera memulai, novelku tidak akan pernah berwujud. So, here i am. Trying to change everything.
Tak ada yang kuimpikan. Aku hanya ingin melakukan yang terbaik, dan benar.
:)
Back
Jemari ini tak tahan sudah. Rasanya ingin menulis. Bercerita kepada dunia. Menorehkan kata-kata, yang abadi. Dimulai dari senja hari selasa ini. Aku sibuk dengan linkedin, aplikasi baru untuk memperluas koneksi. Nah, tak sengaja kubuka akun salah seorang dosenku, pak Sri Atmaja. Iseng2 kubaca data diri beliau. Waaaww.. kutemukan satu inspirasi dari beliau. Salah, tak hanya satu. Jutaan malah. Adrenalinku langsung membubung tinggi, bersemangat kembali. Ya, aku ingin kembali. Menekuni jadwal harian padat namun bermanfaat. Mengulik buku2, lembaran ayat suci-Mu, olahraga, dan banting tulang, yang, kuakui memang melelahkan. Tapi aku rela.
Karena inilah perjuanganku. Entah mungkin dia yang sukses di sana berjuang dengan cara berbeda, atau dia di sini berjuang dengan langkah yang berlainan. Tetapi aku menentukan, inilah caraku berjuang. Membuat presensi rutinitas harian. Mengusahakan semua terpenuhi. Dan memang, aku sadar beberapa hari belakangan aku menumpulkan rasa bersalah yang sering menghantui. Dari butir2 janji harianku yang terkhianati, yang tak tertepati.
Aku akan berubah. Mulai dari detik ini.
Jadi, setelah ini, sudah tahu mau melakukan apa? Yap. Tentu saja. Teria kasih Allah, telah menyelipkan semangat melalui teladan yang Kau berkahi. :)





