Aku bisa bercerita mengenai berbagai benda yang ada di sekitarku. Tapi untuk sesuatu yang kuanggap paling berharga, rupanya ia berada nun jauh di sana. Di Jogja. Bantul. Samparan. Di rumah setengah jadi yang bercat hijau. Rumah itu yang kudatangi setiap hari, dulu. Tapi sekarang hanya beberapa kali dalam sebulan, kadang sekali, kadang dua kali, tak lebih. Di sana tinggal orang-orang yang kusayang, dengan separuh hidupku. Hingga mengingat mereka saja sudah membulirkan anak sungai di mataku.
Tadi aku dan kakakku mengobrol lewat media sosial. Seperti biasa, kami bertukar cerita. Kakakku yang tangguh, kuat, dan tetap penuh jenaka. Ia mengeluh sembari berkelakar, kalau wajahnya sekarang seperti peyek kedele. Aku ngakak sekali pas dia bilang kalimat itu. Lalu dia memintaku meminjam garpu tala. Awalnya aku bingung, what's for? Ujian kah? Aku tak kuasa meminjam, berhubung aku belum pernah stase tht, dan ancaman sanksi lain. Ternyata ini ada hubungannya dengan bidadariku, ibu. Akhir2 ini pendengaran ibu tampaknya berkurang. Karena kakakku bilang, terkadang ibu tidak dengar jika diajak berkomunikasi. Langsung pikiranku kembali ke beberapa jam lalu, waktu aku sms ibu, bilang aku akan pulang karena uang saku habis. Rasanya sediiih sekali. Kurang ajar banget aku sebagai anak. Kasian ibuku, disms hanya untuk minta uang.
Lalu kakakku bercerita lagi. Ia mengeluhkan sanyo di rumah kami yang berisiknya keterlaluan. Duh, rasanya ingin kupeluk kakakku, membesarkan hatinya, karena ia lebih kuat daripada aku. Ia tetap tegak di rumah kami, bertahan di sana, sementara aku kabur ke negeri orang. Aku berkelakar, ditutup pakai ember, lalu disumpal saja. Kakakku menyahut, sudah kok. Malah embernya goyang dombret. Sanyonya getar, embernya tambah getar ga karuan. Aku ngakak lagi. Lalu kusarankan untuk mengganti saja sanyo itu. Memang kasihan juga telinga, apalagi ada adek yang masih kecil, jangan sampai bising itu mengganggu pertumbuhan organ pendengarannya. Kakakku menjawab, sudah. Aku sudah bilang ke bapak. Harganya 410ribu. Tapi gak tau itu cocok atau ga sama peralatan air yang ada di rumah. Tapi kata bapak, bapak belum punya uang.
Deg. Trenyuh sekali rasanya. Uang segitu di tabunganku jelas ada. Kasian keluargaku. Kapan aku bisa berbalik memberi, bukannya meminta terus seperti selama ini?
Mungkin besok siang ketika aku pulang aku bisa melakukan sesuatu mengenai sanyo itu. Semoga saja.
Ya Allah, lindungilah belahan jiwaku yang ada di rumah. Jagalah mereka. Berilah mereka kebahagiaan dan kecukupan. Aamiiin.
My most precious world
I say, i don't have time for that
Pagi datang, merekah bersama bunga di halaman yang bermandikan matahari. Aku berjalan di antara jejalan yang ditumbuhi rumput ilalang. Agak menanjak, kubungkukkan badanku, melawan gaya yang menyeretku mundur. Keringat bertitik di dahiku, dengan terpaksa kuseka menggunakan ujung bajuku. Sesampainya di depan IGD, banyak mobil berjejeran. Aku menelan ludah. Sepertinya pasien IGD kami sedang banyak. Langsung kubergegas melebur bersama kerumunan orang di dalam.
"Dok, tolong Dok."
Aku mendatangi pasien yang memanggilku itu. Lalu kulihat badannya bersimbah darah. Rupanya ia korban tabrak lari. Setelah mengamati kondisinya, kuambil peralatan set minor. Ada beberapa bagian tubuh dengan luka robek yang harus dijahit. Aku celingukan, ...
Duh, malah jadi ingin bercerita. Tapi tidak ada yang perlu diceritakan. Ababil, huh?
Death and alive
Hidup dan mati. Or mati dan hidup. Adakah bedanya? Tiba2 terbersit dalam benakku pikiran semacam itu. Pasalnya beberapa detik yang lalu baru saja kusaksikan pasien yang datang, sudah terlambat. Meninggal. I could see so many tears around. Aku pernah merasakan itu. Dulu, duluuu sekali. Sewaktu simbah Karso meninggal. Aku pernah, berkubang air mata, air mata terderas, yang pertama. Beliau adalah kehilangan terbesarku. Jauh di lubuk hatiku, yang membuatku menangis saat itu bukanlah fakta bahwa beliau telah pergi selama2nya, tetapi karena di setiap hembusan napas beliau yang tinggal satu2, aku teringat betapa banyak kesalahan yang kulakukan, meskipun sebagai anak kecil.
Ya, terkadang air mata tertumpah begitu deras bukan karena masa depan yang akan kita lalui setelahnya, tetapi karena masa lalu yang tak bisa terulang lagi, dan itu tak bisa diperbaiki. Rasanya aku ingin menangguhkan kematian simbah, agar aku bisa berbuat baik pada beliau, tapi itu tak mungkin kan? Alasan ini kusimpan sendiri, orang melihatku hanya sebatas kesedihan karena ditinggalkan, karena sayang. Tak ada yang tahu ini adalah air mata penyesalan atas kesalahan2ku.
Begitu pula pasien ini. Keluarganya meratap, terlebih satu orang yang bisa kulihat dari tangisannya, ia adalah anak wanita yang meninggal itu. Berkali2 ia teriak, meratap, menyesal, mengapa tak ia sadari bahwa dengkuran dan hembusan napas keras dari ibunya sewaktu menonton tv setengah jam yang lalu adalah napas terakhir yang ibunya miliki. Trenyuh sekali melihatnya. Lalu kutepuk punggungnya, menghiburnya, dan memintanya untuk alih2 meratap, tapi banyak2 mendoakan ibunya saja.
Jangan sampai ada sikap kepada orang2 terkasih kita yang kita sesali. Jangan sampai kita lupa meminta maaf untuk luka yang sengaja maupun tak sengaja tertoreh di hati mereka. Jangan sampai buai2 janji kita terhanyut waktu hingga detik2 terakhir mereka. Jangan sampai..
Semangat ya, perlakukan orang2 terkasih kita sebaik kita ingin diperlakukan.
Buah pemikiran
Barusan menonton movie, korea tentang kedokteran.. dan lampu2 bertebaran, berkilauan di mana2. Aku bisa melihat ada ambisi dari film ini. Yah, jika dipikir2, tak perlu hidup dengan ambisi terlalu besar, dunia terlalu gemerlap, bahkan obrolan terlalu ngalor ngidul. Cukup silence saja, menikmati ketenangan, meresapi momen2 berharga. Tadi dapat kabar dari kakak kalau orang rumah pergi mengantar kakek opname di sardjito, hari senin beliau akan operasi, istilahnya sih, ditembak, pada ginjal kanannya. Aku berdoa untuk kesembuhan beliau, kesehatan beliau, dan kenikmatan berupa umur panjang bagi beliau.
Langsung terbayang tulisan pemenang goi peace foundation beberapa tahun yang lalu, aku lupa penulisnya siapa, yang jelas dia adalah seorang keturunan India, dari daerah slum, yang berhasil menjadi orang sukses. And she wrote about things that we often forget: counting the uncountable. Menghitung, hal2 yang not merely tentang angka dan angka. Salah satunya adalah keluarga. Terkadang kita memang mencapai banyak hal di luar sana, kesuksesan nilai, ujian, tapi kita melupakan bahwa orang2 terkasih di sekitar kita juga menghabiskan waktunya bersamaan, dan seringkali aku dapati mereka menua duluan, waktunya habis duluan.
Kangen, kalau ingat keluarga di rumah. Tapi keniscayaan terbesar seringkali terjadi manakala aku pulang ke rumah, badan capek, waktuku pun malah habis untuk ngurus jualan, dagangan. Again, aku menyadari aku tidak bertumbuh bersama keluargaku dengan baik, karena aku seringkali terpukau ketika mendapati bahwa uban2 orang2 terkasihku bertambah banyak. Seharusnya jika benar aku menghabiskan waktu bersama mereka, uban itu tak akan aku sadari penambahannya bukan?
Cinta termulia saat ini adalah dengan memuliakan orang2 terkasih, terdekat, dan beliau2 yang telah mengorbankan jutaan air mata, keringat, dan waktu untuk kita. Things that i really lately realize. Maafkan aku ya, keluargaku, aku berjanji akan segera kembali kepada kalian, sebagai seseorang yang kalian bisa banggakan. Love them, love u, so much.
Ada yang salah denganku?
Huft.. menghela napas lagi, untuk yang kesekian kali. Aku tak tahu, mungkin aku yang salah. Mungkin sikapku yang tidak wajar. Mungkin aku yang kurang ajar. Entah kenapa sikapku selalu penuh cela di mata kakakku. Why why why, often i have to ask myself. Secara refleks aku berpikir, apa yang salah kali ini, mengapa dia selalu seperti itu, menganggapku cacat.
Flashback kejadian sore ini, aku masuk ke kamar kakak. Lalu menyapanya, asked her, sudah beli kado untuk mba mita yang mau nikah belum. Aku sudah bertanya dengan nada kalem, sesopan mungkin, seolah aku bicara pada dosen yang paling tua yang pernah kujumpai. But her answer sangatlah ketus, singkat. What's wrong?
Lalu, beberapa waktu setelahnya, aku bercerita padanya tentang tetangga kami yang menurutku punya symptoms gagal jantung, trus tanggapannya, ngomong apa sih kamu, bullshit. Oh my my my.. apa yang salah denganku? Tolong, berilah penjelasan, apa aku ini bangkai hidup yang harus seketus itu diperlakuin?
Trus dia tanya ke aku, lho kok mba mita baru keliatan yah sore tadi? Aku jawablah apa adanya sambil becanda, tadi mba mita sudah datang dari pagi. Mungkin pulang sebentar untuk ngehias tangannya, emangnya kamu?
Only statement seperti itu, langsung dia meradang. Apa urusanmu kalo aku g pernah keliatan? Apa urusanmu kalo aku dibenci gara2 aku antisosial? Haaaa.. oh my my, trus kami adu mulut. And i learnt that i shouldn't make any joke to her. Dan statement terakhirnya, dia bilang, orang kok waham kebesaran. Ahaha, dia ngomong ky gt ke aku, kutanggapi aja becanda, so masalah buat loo????
Huft.. ada yah ternyata, orang sesaklek itu.. or, mungkin posisi harus dibalik, ada yah, orang kayak aku, ini..
Aku harus hati2 sama bicaraku kayanya, di dunia ini ga semua orang bisa bersikap santai, menertawakan dunia, dan menikmatinya.. contohnya jelas banget, dia. Dia dan segala harga dirinya yang ga boleh ada orang yang menertawakan.. fyuh. Oh my my, once again.
Dreams
Aku nonton film korea kemarin, ah, things that cant be avoided. Biarlah, karena aku belajar terminologi baru dari film ini. Impian. Impian bukanlah sesuatu yang kamu berbakat dalam hal itu, tapi impian adalah sesuatu yang kamu pengen, dari dasar hati.
Aku punya impian menjadi dokter, tapi ga cukup sampai di situ aja. Aku pengen jadi dokter spesialis. Untuk spesialis apa, aku belum ada gambaran. Semua tampak baik, jadi kuputuskan aku harus menata ulang langkahku. Okelah, aku pengen menguasai banyak bahasa, tapi aku tersadar, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk itu. Terlalu banyak agenda harian juga killing me inside. Jadi aku bikin impian harian semata-mata adalah belajar, belajar, belajar all about kedokteran. Benar2 cuma itu. Di samping tentu aja cara memenuhi kebutuhan bulanan seperti berjualan, though menurutku ada cara yang seharusnya lebih mudah. Tapi aku masih belum sampai ke sana. Pelan2 yah.
Yang jelas sekarang my only target is mastering my medical thing. Ngapain aku disekolahin mahal2 kalo aku ga fokus di sini. Okei. Thats it. Now i get something. Semangaaat
Saturday night
Wow, ini postingan ketiga malam ini. Maklum, koas leyeh2, alias jaga igd tapi pasien sedikit. Sebenarnya banyak sih, tapi jam2 tertentu aja. Barusan aku nemenin temen maem, lalu tersadar, apa yang kulakukan padanya, berupa perdebatan dan pertentangan, adalah semata2 karena stigma. Omayyyg.. secara tanpa sadar aku termakan stigma yang orang buat tentang temanku ini. Semua hal baik yang seharusnya aku biasa2 aja, aku anggap itu sebagai kecacatan. Hey girl, please be objective. What u hear isn't always right. Gunain akal sehatmu donk, na. Tidak ada yang salah dengan dia, so, don't try to fake any fault only to justify what people said about her was right.
oiya, aku lagi menjalani program night food restriction. Engga bakal ada makanan masuk waktu malam hari. But why setiap niat diet begini perut malah ga bisa diajak kompromi ya? Ngeleh gini malahan. Hiks hiks.
Alright then, semangat, mungkin inilah yang disebut cobaan. Haahaaai. If i passed, then i won. If i failed, then i lose. :)
Ganbatte kudasaaii..
Jaga igd with dr. Aljuned
Nah, aku selalu ngerasa mendapat pengetahuan baru setiap jaga sama dr. Aljuned. Why so? Bcz beliau bisa melakukan banyak hal. Misalnya, untuk kasus2 histeria konversi, beliau ga ngasih obat, tapi beliau ngehipnoterapi tuh pasien. Aku selalu excited jadi penonton waktu beliau beraksi.
Dan satu jam yang lalu aku mencoba mengcapture dalam ingatanku step2 hipnoterapi yang beliau lakukan pada pasien. First, beliau memanggil pasien, dan menanyai namanya. Sebelumnya beliau bilang,"Mbak, ini saya dokter. Nama mbak siapa?"
Seperti itu. Lalu beliau berkata,"Mbak mau sembuh dari sakit mbak? Kalau iya, buka mata mbak. Saya hitung sampai 3 ya, dihitungan ketiga, mbak bisa membuka mata mbak."
Wuah, aku surprised. Pasalnya pasien datang kayak ga sadar gitu, dpanggil2 ga bangun, dicubit2 juga stay still. Eh digituin sama dr. Aljuned, melek juga.
Terus beliau mulai menenangkan pasien, membuat pasien rileks. Meminta pasien membayangkan tempat ternyaman, dengan warna yang paling disukai pasien lalu meminta pasien menghirup napas, yang kemudian udara tersebut berjalan melingkupi seluruh badan pasien hingga pasien merasa badan malas, tenang, lemas, dan rileks.
Sampai pasien benar2 berada pada state rileks, dan pasien dicek dengan menggerakkan jempol kirinya, beliau mulai mensuggesti identitas positif. Pasien diminta membayangkan di bahu kanan pasien adalah jati diri pasien yang buruk dan semua masalah pasien yang berat. Lalu di bahu kiri pasien adalah identitas pasien yang baru, seseorang yang bijaksana, positive thinking, optimis, dan bisa menyelesaikan masalah seberat apapun dengan mudah, dan hal ini adalah hal yang biasa.
Lalu setelah diulang2, pasien dibangunkan. Ya, seems different gitu lho ya. Tapi aku masih bisa ngeliat pasien agak tegang juga, soalnya dia nelen ludah beberapa kali selama dihipnoterapi.
Waktu pun berlalu, lalu kami membicarakan mengenai forex, or foreign exchange. Keren, beliau juga bisa main forex. Dan modal beliau sudah berubah menjadi berkali-kali lipat. He said, it is a fastest method to get money. Dan ini tu bukan gambling or playing, tapi ini bisa diprediksi dan dikalkulasi, bahkan dipelajari. Coba aja search cara membaca chart ala kg alias kang gun. Trus nanti belajar prakteknya pake metatrader yang demo account, supaya ga rugi beneran. Modal 500rb pun bisa loh.
Then datanglah seorang laki2, seems he's dr. Aljuned' friend, yang dokter juga, dan sedang menjalani residensi. Kereeenn. Kayaknya beasiswa depkes gitu. Soalnya beliau langsung S2 dan neliti tentang hubungan derajat kelemahan otot pada stroke dengan impotensi. Aku langsung mikir, simple ya penelitiannya. Cuma pake kuesioner juga, cheap and easy.
Cool experience tonight.
I hope i'll have another like this tomorrow..
Final week
Idealnya, minggu ini kusebut minggu ujian. But, bagiku ujian tidak seberapa pentingnya dibanding kenyataan bahwa inilah minggu terakhirku. Beraaat banget rasanya mau melepaskan dan meninggalkan stase ini. Cz this time, it is so much enjoyable. Dokternya awesome2 semua and bikin excited. Apalagi dokter terakhirku, dr. RASTRI. She's so awesomeeeeeee as a doctor and as a wife. Aku akan bercerita why i am so impressed by her.
First, beliau sangat sangat sangat care sama pasien. Sering kejadian beliau membahas pasien bernama x, yang masih beliau ingat, lalu beliau bertemu lagi dengan pasien itu, dan menyapa dengan ramah. Kalau memeriksa selaluu lengkap. Obat2nya juga beliau jelaskan kepada kami rasionalitasnya bagaimana. Lalu kepada pasien dijelaskan dan dibesarkan hatinya. Dasar teori beliau sangat kuat. Dan beliau selalu mengajarkan kepada kami, untuk memberi perhatian sepenuhnya ketika menangani pasien.
Kepada keluarga, beliau pun sangat keibuan, bijaksana, dan peduli. Pernah kemarin sore waktu kami sedang visite pasien, beliau ditelpon oleh anak beliau. Sambil menguping, aku mengerti bahwa beliau selalu mengajarkan kedewasaan dan reasonable way of thinking kepada anak2nya. Beliau berbicara ditelpon dengan tegas, dalam konteks anaknya mau ikut bimbel lain,"Kalau nanti adek ngeluh capek, ga kuat, ibu ga mau adek ikut les. Adek harus sadar sama fisik adek, bakal kecapekan atau engga, dan ga boleh ngeluh2 ya."
Something like that.
Keren kan?
Dan waktu kami maju tugas presus pun, she's doing so great, menjelaskan tentang pengalaman beliau di lapangan, dan menanyai kami, apa2 yang kami tidak tahu. Aku memaparkan mengenai irritable bowel disease. Dan beliau menceritakan pasien beliau di masa lalu, yang bisa diobati, yang diagnosisnya tidak ketemu2, dan akhirnya membahas kanker kaput pankreas. Meski kami tidak bisa menjawab, beliau langsung menjelaskan, tidak nge-judge kami. Nilai yang beliau kasih juga bagus. Coooolll..
Gemyuqqq
Oh maayyyy..dayyy.. sekarang julukan saya adalah obese! Shocking word!! Padahal beratku 50kg dg tb 157cm. Okelah, kadang fisik memang ga representatif berat badan.. duh.. jadilah sekarang aku mau bikin metode untuk kurus, tapi kali ini aku harus menepatinya, dengantarget berat badan42 kg lah ya, biar langsiiiing. Hohoho.
So, here i am.
Cara kurus yang berpahala: niatkan untuk puasa daud lillaahi ta'ala. Side effectnya kurus lah ya, no offense.
Next, banyak olahraga, senam di kos pake video utube, sit up biar perut kenceng.
Then, banyak makan sayur dan serat, serta minum air putih atau jus. Hindari makanan pedas, makanan manis, cemilan, atau es.
Kurangi tiduuurr.. aku pasti bisa cut jam tidurku. Bismillaah. Sekaranglah saatny membuat kebiasaan baru yang baik dan benar.
Oke.. itu aja dulu. Semoga bisa berjalan sebulan dua bulan ke depan. Kalo uda berhasil, evaluasi lagi.. kalo belum, evaluasi juga.. hoho.
Bismillaah..
Mari berlomba2 melawan hawa nafsuuu. Semangaaaaaat.
First day with dr. Rastri
Anyway, things never get better unless we change it.
Nah, here i am. Spending first day w/ dr. Rastri. Keren, and awesome, that's my first impression about her. Seru, dan yah, menyenangkan, di hari pertama ini. I think, every sp. PD has kinda special thing about them. Khususny beliau. Tingkat perhatiannya pada pasien, dan ingatannya itu lho. Kuat banget. Bahkan beliau bisa bercerita panjang lebar tentang pasien2nya yang sudah pulang atau yang pernah beliau rawat lalu berjumpa kembali di poli. Amazing, eh?
Dan hari pertama, hari yang if i may say, ehem.. ngantukan. :D
Lha masih kebawa suasana sama dokter sebelumnya. -____-"
Berubah yuk berubah.
Ini minggu ujian dan omg, belum persiapan apa2. -___-.
Duh, harus banyak berdoa nih, danharus mengubah pola tidur. Cut out my sleeping time. Berubah supaya bisa adaptasi dengan kondisi baru ini, whattt... cz follow upnya jam setengah 3 coba. Huft, just face it, shouldn't i?
Talking overnight
Still the same day, in the early dawn. Aku, tata, dan mba linda nggosip. So hot, dan tentu saja saking semangatnya jadi so loud. Sampe kami diingetin sama penunggu kos yang lain. Hoho.
All about her. Aku merasa seseorang yang hidup dengan kebohongan dan kebenaran yang mixed, pasti unhappy. Pathetic banget setelah tau what kind of life she had.
Jadi pelajaran berharga banget cerita2 pagi ini. Jujur, itu nomor 1. Dan talk less, itu nomor 2. Karena semakin banyak kita mengumbar kata2, entah benar atau bohong yang akan banyak keluar, yang jelas, mudharatnya pasti ada dan lebih besar. :)
Belajarlah menjaga ucapan, perilaku, dan hati. Lakukan hal yang benar, benar, benar, serta baik. Camkan itu ya anna, u can. Bismillaah
No need for things other than love
Malam ini aku jaga igd. Tidak ada yang istimewa, hingga tengah malam bergulir ke pukul 00.30. Aku sendirian, teman2 pergi. Pulang. Dengan excuse masing2. Then, i saw them. Seorang wanita dan laki2nya. Wanita yang sangat jauh dari istilah good looking, even beautiful. Bahkan lemah tak berdaya. Wanita ini mengalami cachexia akibat kanker paru2. Kebayang lah how awful terminal illness patients look like. Batuk, sesak, pembesaran limfonodi di mana2, dan kulit menyelubungi tulang tanpa daging.
Tapi di sinilah dia, sang lelaki, menemani wanita ini. Terharu, eh? Cinta sejati diuji di sini, dan aku bisa melihat ketulusan tak terukur tertumpah untuk wanita ini. Tuhan tahu, aku meragukan kesetiaan laki2, karenanya Dia tunjukkan aku, keraguanku salah besar. Dua manusia ini adalah potret cinta yang kata orang2,"till death separates us" alias hingga maut memisahkan. Ya Allah, tersentuh banget ya. Semoga kedua orang ini menjadi suami istri abadi di akhirat kelak. Amiiin.
:)
Change
Ahaha.. berubah yuukkk.. deuh, sebenarnya malam ini rasanya galaaau abis. Bagaimana tidak, saya melihat kegembiraan membuncah dari orang2 yang tidak merisaukan eksistensi saya. Such unimportant feeling yah.
Story started from home till here, salatiga.. seperti apapun indahnya, berkilaunya, bagiku, yang paradise nya dunia tu ya rumah. Di sana ada bapak, ibu, adek, kakak, yang ga selalu happy tiap saat, tapi kami selalu ada untuk yang lain, menyayangi setiap anggota keluarga sebesar semua rasa yang bisa diberikan manusia kepada manusia lain, lebih malah.
Sampai di salatiga tiga jam setelah bertolak. Semangat tetap tinggi, untuk jualan di rs. Mau ngeluh, ngapain, toh beban juga segini2 aja, ga bakal berkurang. So i swallow it, and let it go. Setelah jualan 2 jam, aku mandi.. lalu menemukan inspirasi untuk novelku. I think every pieces of that novel come slowly, dan aku harus mulai menulis secepatnya. Aku tahu, jika aku tidak segera memulai, novelku tidak akan pernah berwujud. So, here i am. Trying to change everything.
Tak ada yang kuimpikan. Aku hanya ingin melakukan yang terbaik, dan benar.
:)
Back
Jemari ini tak tahan sudah. Rasanya ingin menulis. Bercerita kepada dunia. Menorehkan kata-kata, yang abadi. Dimulai dari senja hari selasa ini. Aku sibuk dengan linkedin, aplikasi baru untuk memperluas koneksi. Nah, tak sengaja kubuka akun salah seorang dosenku, pak Sri Atmaja. Iseng2 kubaca data diri beliau. Waaaww.. kutemukan satu inspirasi dari beliau. Salah, tak hanya satu. Jutaan malah. Adrenalinku langsung membubung tinggi, bersemangat kembali. Ya, aku ingin kembali. Menekuni jadwal harian padat namun bermanfaat. Mengulik buku2, lembaran ayat suci-Mu, olahraga, dan banting tulang, yang, kuakui memang melelahkan. Tapi aku rela.
Karena inilah perjuanganku. Entah mungkin dia yang sukses di sana berjuang dengan cara berbeda, atau dia di sini berjuang dengan langkah yang berlainan. Tetapi aku menentukan, inilah caraku berjuang. Membuat presensi rutinitas harian. Mengusahakan semua terpenuhi. Dan memang, aku sadar beberapa hari belakangan aku menumpulkan rasa bersalah yang sering menghantui. Dari butir2 janji harianku yang terkhianati, yang tak tertepati.
Aku akan berubah. Mulai dari detik ini.
Jadi, setelah ini, sudah tahu mau melakukan apa? Yap. Tentu saja. Teria kasih Allah, telah menyelipkan semangat melalui teladan yang Kau berkahi. :)
Keberuntungan vs ketidakberuntungan
Terkadang mempercayai bahwa seseorang terlahir dengan bakat keberuntungan tinggi adalah sesuatu yang sulit. Namun kali ini aku belajar bahwa keberuntungan, lebih tepatnya takdir dan campur tangan jemari-jemari tak terlihat, adalah sesuatu yang bisa terjadi. Aku belajar bahwa keberuntungan ada karena aku mengalami ketidakberuntungan.
Lima hari yang lalu, aku menulis form permohonan transkrip nilai. Dan tadi, lima hari setelahnya, transkripku tetap tidak ada. Padahal tiap hari kusempatkan untuk mengecek. Alangkah malangnya, justru di hari terakhir pendaftaran asisten dosen anatomi, transkripku tidak ada. Padahal transkrip orang lain yang mengajukan setelahku, ada. Padahal setiap hari aku mengeceknya namun besok-besok terus jawabannya.
Sedih sekali rasanya. Seolah-olah aku kalah bahkan sebelum bertanding. Seolah-olah ada sesuatu di luar kekuasaanku yang membatalkan usahaku.
Yah. Mungkin aku harus mengubah haluan dan tujuan. Mungkin aku harus introspeksi diri. Mungkin asisten dosen anatomi bukanlah takdirku. Maybe i was not born for it.
Dan ketika aku mencoba lagi, menanyakan kepada pihak pencetak transkrip, petugas rutinnya sudah pulang. Olala. .
Malangnya nasibku.
BLOK PSIKIATRI: ASYIKNYA BELAJAR PENYAKIT JIWA!
Bagi sebagian orang, penyakit jiwa adalah sesuatu yang lebih menakutkan dibanding diabetes atau jantung. Karena orang yang mengalami gangguan jiwa hingga derajat psikosis, akan dicemooh, dikucilkan, dihindari, bahkan dihukum mati.
Oleh karena itu, sebagai mahasiswa kedokteran, kamu harus benar-benar memahami ilmu kedokteran jiwa agar kelak sebagai dokter, kamu tidak memiliki stigma buruk mengenai pasien-pasienmu yang mengalami gangguan kejiwaan. Malah sebaliknya kamu harus menjadi orang yang paling tanggap untuk membantu mereka.
Ini dia buku-buku yang dapat kamu jadikan rujukan belajar:
1. Kaplan Buku Ajar Psikiatri
2. PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa)
3. Buku Ajar Kedokteran Jiwa Maramis (mungkin judulnya kurang lebih seperti ini)
4. Oxford Handbook of Psychiatry
Asyiiiik ada dua link yang aku bagi kali ini. Belajarlah selagi masih muda. Karena percayalah, darah mudamu adalah modal yang paling berharga dibandingkan segalanya yang ada di dunia ini. :)
semangaat. Be a good and wise doctor!
BLOK KEDOKTERAN TROPIS: WHAT TO WAIT?! PREPARE FIRST!
Wahh. . Bagi saya saat ini, menginjakkan kaki di tahun terakhir terasa berbeda dibanding saat-saat sebelumnya. Terngiang-ngiang sabda ayah bunda untuk menjadi mahasiswa yang baik dan berprestasi, membuat saya merasa memikul beban yang lebih berat karena tak lebih dari satu tahun lagi masa itu akan usai.
Di sini, blok pertama untuk tahun keempat adalah kedokteran tropis. Saya menyiapkan bahan belajar dari berbagai sumber. Ini dia daftarnya.
1. IPD UI
2. IPD Harrison
3. Patofisiologi Sylvia
4. Kedokteran Tropis EMS jilid 2
5. Makalah Kedokteran Tropis Jilid 1-5
6. Oxford Handbook of Tropical Medicine
7. e-book tropical medicine gratis
Okee. 2 link di atas sangat berguna, dan buku-buku lain sudah tersedia di perpustakaan. Semoga bermanfaat!
WHAT YOU NEED AS A NEWCOMER IN MEDICAL FIELD #1
Sebagai mahasiswa kedokteran yang masih fresh lulus dari bangku SMA, tentu saja kamu belum mempunyai daftar buku-buku yang bagus untuk dimiliki namun optional sebenarnya. Saya sering menemukan banyak sekali mahasiswa baru yang masih terbawa euforia diterima sebagai mahasiswa kedokteran dan tanpa menggunakan analisis mendalam membeli semua buku-buku yang ditawarkan, padahal sangat mungkin buku-buku itu akhirnya hanya jadi penghias lemari kaca kamu di rumah/kos/kontrakan.
Yups. Saya akan berbagi daftar buku yang recommended untuk tahun pertama dan tahun-tahun selanjutnya, alias akan tetap dipakai hingga lulus. Ini dia,
Anatomi: Atlas Anatomi Manusia Sobotta
Fisiologi: Guyton/Sherwood/Ganong
Bates Physical Diagnostics
Ilmu Penyakit Dalam UI
Patofisiologi Sylvia/Robbins Patologi
Sebenarnya masih banyak lagi. Namun buku-buku di atas sudah menghabiskan hampir 4juta rupiah apabila kamu membeli yang asli. Bagi kamu yang pintar berbahasa Inggris, sebenarnya ada e-book gratis yang bisa kamu gunakan. Sekarang jaman teknologi, dan menurut saya, daripada 4juta itu habis untuk buku cetak, mungkin dana itu bisa kamu alihkan untuk membeli TAB dan membaca e-book saja.
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui lho sebenarnya. Kamu bisa tetap memperdalam ilmu bahasa Inggrismu, sekaligus mempelajari kedokteran. Karena nantinya untuk mencari beasiswa ke luar negeri atau dalam perkuliahan, akan ada tes TOEFL.
Beruntunglah kamu yang membiasakan diri membaca buku bahasa Inggris, tentunya kosakatamu tetap terjaga. Lagipula, ketika kamu harus menulis skripsi nantinya, kamu diharuskan untuk mencari jurnal-jurnal internasional untuk mendukung hipotesismu. Hal ini tentu tidak sulit apabila kamu telah memiliki kemampuan memahami teks berbahasa Inggris.
Anyway, buku-buku cetak sebenarnya tersedia melimpah di perpustakaanmu. Manfaatkanlah perpustakaan itu. Sayang kan uang masukmu yang berketip-ketip rupiah itu hanya kamu abaikan selama kuliah.
Ini dia link downloadnya. Happy downloading!
Grays Anatomy:
http://easy-downloader.com/download2.php?p=1021&file=gray_s_anatomy_40th_edition_e_book_pdf&r=1
Rohen's Photographic Anatomy Flash Cards (Bagus banget karena aseli dari gambar kadaver):
http://ryushare.com/54ac886ddb7a
Okee kali ini itu dulu yapps. Nanti saya sambung lagi untuk ebook-ebook menarik berikutnya.





